Rabu, 16 September 2015

Busana Haji Dan Etika Pergaulan

busana haji dan etika pergaulan

Busana Haji Dan Etika Pergaulan. Bagi setiap insan yang berkesempatan mendapat panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji pasti mengharapkan keberhasilan yakni haji mabrur karena haji yang mabrur tiada balasannya kecuali surga ("al hajju mabruro laisa lahum illall jannah"). Untuk mencapai dan meraih haji mabrur salah satu diatara syaratnya adalah sebagaimana dipesankan oleh Rosulullah yang diriwayatkan oleh "darul Qutni dan Baehaqi Ali Bin Abi Tholib, bahwa Rosulullah bersabda:

Jangan kamu menampakkan pahamu dan jangan melihat paha orang lain baik yang hidup maupun yang mati. (diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Hadist ini bersifat umum lalu ada hadits lain yang memperkhususkan sebagaimana diriwayatkan oleh (muslim, abu daud, dan ibnu majah) bahwa Rosulullah bersabda: "Jagalah aurotmu kecuali dari istrimu atau budak perempuanmu.

Dengan dasar kedua hadits tersebut jelaslah bahwa menjaga aurot adalah perintah dan atau sunah dan ajaran dari Rosulullah yang disarankan kepada kita bil khusus dan terutama haji dan umrah yang secara spesifik dan kesimpulan pesan dan saran ini berhubungan erat dan identik dengan busana kita yang berarti penutup aurot kita, maka dalam tulisan ini diberi judul "busana haji dan etika pergaulan".

Untuk membahas Busana Haji yang kita maksud, maka sebaiknya terlebih dahulu kita ketahui dahulu batas batas aurot laki laki maupun perempuan pada artikel selanjutnya. Baca: Batas batas Aurat Laki Laki.

Batas-batas Aurat Laki-laki

Islam telah menentukan batas-batas penentu untuk aurat laki-laki dan perempuan. Dalam istilah syariat Aurat adalah bagian anggota tubuh yang wajib dan harus ditutup. Islam telah menentukan dan menetapkan bahwa aurat laki-laki adalah atara pusar sampai dengan lutut. Abu Ayyub Al-Anshori meriwayatkan bahwa Rosulullah bersabda "aurat laki-laki adalah diantara pusar dan kedua lututnya:. Adapun batas-batas aurat wanita adalah: Dalam al-qur'an surat Al Ahzab ayat 59 Allah berfirman yang artinya "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmi hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka yang demikian itu agar supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.

Batas-batas aurat wanita lebih luas dibanding dengan aurat laki-laki, dan setiap wanita diwajibkan menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan, agar terhindar dari pandangan laki-laki yang bukan muhrimnya. 

Busana jamaah haji laki-laki


  • gunakan bahan pakaian seperti sarung celana,  dan kain ihrom  yang tebal dan jangan menggunakan bahan pakaian yang transparan dan tipis sehingga celana dalamnya kelihatan dari luar
  • jaga aurat selama berpakaian atau menggunakan kain ihrom dan usahakan tidak mudah tersingkap jika suatu saat ada angin yang keras kencang dan nakal.
  • tidak boleh menggunakan celana dalam saat mengenakan pakaian ihram Haji atau umrah.
  • jika akan melaksanakan sholat di masjid,  Honda nya berpakaian yang sopan dan jangan memakai kaos oblong atau t-shirt  tapi kalau bisa usahakan pakai lah baju gamis atau lengan panjang.

Busana jamaah haji wanita


  • tidak menampakan bagian-bagian yang menimbulkan fitnah
  • bukan pakaian khusus atau yang biasa dipakai laki-laki ( pakaian laki-laki)  seperti celana model laki-laki  rosululloh SAW wanita-wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita. 
  • usahakan pakaian yang berbahan tebal sehingga dapat menyembunyikan warna kulit yang ditutupi.
  • tidak menyolok atau menyala sehingga menarik perhatian.
  • menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
  • ukuran pakaian dan model yang longgar sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh.
  • tidak memakai make up dan ingat karena niat kita bahwa kita akan melaksanakan ibadah tidak pesta atau pelesir. 

Etika Pergaulan

Etika pergaulan untuk menjaga kesempurnaan selama melaksanakan ibadah haji yang akhirnya dapat menunjang tercapainya​  kemabruran yang kita dagang dagang dan kita harapkan.  maka setiap pribadi jamaah haji sangat perlu memperhatikan etika pergaulan.  diantaranya sebagai berikut:

1.  penempatan jamaah di pemondokan atau Maktab  dipisahkan antara jamaah laki-laki dan perempuan agar tidak satu kamar walaupun suami istri Sebab di kamar Itu juga ada istri orang lain dan juga suami orang lain yang tinggal satu kamar dengan kita Karena disana kapasitas 1 kamar lebih dari dua orang jadi tidak Mungkin dua orang suami istri akan tinggal sendiri dengan suami atau istrinya.

2.  suami istri jangan sampai bermesraan atau bercumbu Di jalan umum atau ditempat umum yang disitu banyak orang lain lebih-lebih di saat bulan atau pergi menuju ke masjid.

3. jangan bersenda gurau dengan lawan jenis walaupun dengan muhrimnya sendiri apalagi di tempat umum dimana banyak orang lain banyak karena belum tentu orang itu tahu hubungan kata dengan teman gurau kita. ​

4. jangan berbicara Jangan berbicara dan tertawa terlalu keras apalagi saat berada di dalam Masjidil  di tempat umum apalagi bagi kaum wanita juga di saat kita berada di luar.

5. Usahakan tidak terbiasa membicarakan orang lain baik yang sekarang berangkat bersama kita maupun yang ada di tanah air.

6. Saling menjaga dengan kesabaran dan ingat niat suci kita karena kita sedang beribadah.

Kiranya, kesemuanya mulai dari menutup aurat dan busana serta etikja pergaulan semuanya adalah sebagai upaya dan ikhtiyar kita agar Haji Mabrur dapat kita gapai.

Semoga anda berhasil dan sukses maraih haji mabrur. Amiin.
Disqus Comments